Tampilkan postingan dengan label PENGETAHUAN UMUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENGETAHUAN UMUM. Tampilkan semua postingan

Desa Permanu




Desa permanu  



kirab agustusan desa permanu

Permanu 28 Agustus 2016

Puji syukur kehadirat ALLAH swt yang telah melimpahkan Rahmad dan Hidayahnya Sehingga pada hari ini minggu 28 Agustus dua ribu enam belas,kami warga Desa Permanu melaksanakan acara tjuh belasan atau memperingati kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71.
Bertepatan hari minggu kami warga Permanu bersama sama merayakan acara tujuh belasan ,kata kata yang tidak asing lagi warga desa.
Di sinilah kita bersama sama merasakan bahagiannya dan menghibur dalam aneka ragam corak budaya dan kreatifitas anak anak,remaja putra dan reamaja putri,bahkan ibu ibu dan bapak ikut memeriahkan acara tujuh belasan agustus.
Baiklah untuk mempersingkat waktu makan akan langsung saja saya kupas satu persatu,kita mulai dari yang paling kecil yaitu dari anak didik taman kanak kanak PGRI 01 yang ikut memeriahkan acara ini,walaupun dengan kondisi yang sederhana ,namun anak anak ini sangatlah antusias bahkan ibu-ibu juga ikut mengawal anak anaknya,
Karena anak –anak ini sangat kecil,sehingga kami menyediakan mobil untuk transportasinya agar tidak terlalu capek,
Berikut ini adalah foto dari anak2 asuh TK PGRI 01 pakisaji yang berada di permanu.


Setan di bulan Ramadhan

SETAN DIBELENGGU?

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Bahwa Rasul SAW bersabda :
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” [HR. Bukhari –Muslim]

Ketika Ramadhan tiba sering terlontar pertanyaan, Benarkah setan dibelenggu pada bulan ramadhan? Jawabnya benar seperti keterangan dalam hadits shahih di atas bahkan menegaskan pemaknaan hadits tersebut, dalam lafazh lain disebutkan,
وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ
dan setan-setan pun diikat dengan rantai.” [HR. Bukhari – Muslim]

Lantas, kalo demikian kenapa masih terdapat kemaksiatan? Untuk menjawab pertanyaan kedua ini perlu kiranya kita ketahui bahwa ulama berbeda pendapat dalam memaknai pernyataan dibelenggunya setan pada bulan ramadhan.

Pertama ada ulama yang memaknainya secara kiasan karena sejatinya setan tidak dibelenggu secara hakiki. Mengingat keberkahan bulan ramadhan, dan banyaknya ampunan Allah untuk para hamba-Nya selama ramadhan sehingga setan seperti terbelenggu. al-Baji berkata :
ويحتمل أن هذا الشهر لبركته وثواب الأعمال فيه وغفران الذنوب تكون الشياطين فيه كالمصفدة، لأن سعيها لا يؤثر، وإغواءها لا يضر…
Bisa juga kita maknai, bahwa mengingat bulan ini bulan pernuh berkah, penuh pahala amal, banyak ampunan dosa, menyebab setan seperti terbelenggu selama ramadhan. Karena upaya dia menggoda tidak berefek, dan upaya dia menyesatkan tidak membahayakan manusia. [al-Muntaqa Syarah al-Muwattha’]

Hal ini serupa dengan pernyataan Nabi bahwa “Tatsa’ub (menguap) itu dari setan” [HR Bukhari] yang diartikan dengan makna kiasan yaitu menguap itu merupakan perkara yang disenangi setan bukan menguap itu berasal dari perbuatan setan sehingga tidak aneh jika menguap masih kita temui selama bulan Ramadhan, bahkan lebih banyak kita temui bahkan alami sendiri.

Kedua, Pendapat yang memaknainya secara hakiki. Inilah pendapat yang unggul menurut Imam Al-Qurthubi. Beliau lalu berkata,
فإن قيل كيف نرى الشرور والمعاصي واقعة في رمضان كثيرا فلو صفدت الشياطين لم يقع ذلك
"Jika dikatakan, bagaimana kita masih dapat menyaksikan banyaknya keburukan dan kemaksiatan di bulan Ramadhan. Seandainya setan diikat, seharusnya hal itu tidak terjadi?"

Maka jawabnya adalah, (1) "Bahwa kemampuan setan menggoda menjadi berkurang khusus untuk menggoda orang-orang yang berpuasa dengan memperhatikan syarat-syarat dan adab-adab puasa. Atau (2) pemahaman lain bahwa yang diikat hanyalah setan pembangkang (al-Maraddah), bukan semuanya sebagaimana disebutkan dalam sebagian riwayat. (3) Atau yang dimaksud adalah berkurangnya keburukan di bulan tersebut, dan ini adalah perkara yang dapat dirasakan, karena terjadinya keburukan (secara umum) menjadi berkurang di bulan ini. Disamping itu, (4) kalaupun semua setan diikat, hal itu bukan berarti tidak akan terjadi keburukan dan kemaksiatan, karena semua itu dapat terjadi karena sebab selain setan, seperti jiwa yang buruk, serta kebiasaan jelek atau karena setan manusia." [Kitab Fathul Bari] Keterangan terakhir ini menegaskan bahwa sumber maksiat tidak hanya setan tapi juga ada hawa nafsu. Jadi Hadits ‘setan dibelenggu’ di atas tidak berarti meniadakan segala bentuk maksiat karena bisa jadi maksiat itu muncul disebabkan pengaruh jiwa yang buruk dan jahat.

Namun terlepas dari uraian di atas, kita harus tahu bahwa setan dibelenggu pada bulan ramadhan adalah termasuk perkara ghaib dan sikap orang muslim yang baik adalah menerima dan membenarkannya. Dan tidak kita memperbincangkan kenyataannya seperti ini dan itu karena sikap tersebut  lebih menyelamatkan agama seseorang dan lebih bagus akibatnya. Oleh karena itu ketika Abdullah putera Imam Ahmad bertanya kepada bapaknya, Imam Ahmad:
قد نرى المجنون يُصرَع في شهر رمضان ؟
“Sesungguh orang kerasukan (jin) pada bulan Ramadan (maksudnya mengapa sampai terjadi padahal katanya setan dibelenggu)”.  Imam Ahmad menjawabnya:
هكذا جاء الحديث ولا تكلَّم في ذلك
Begitulah keterangan hadits maka janganlah kau membicarakannya (terlalu jauh). [Kitab: Thabaqatul Hanabilah]

Dari keterangan imam ahmad inilah maka kita tetap membaca taawwudz meskipun di bulan ramadhan, bulan dimana para setan dibelenggu karena tidak ada perintah Nabi untuk meninggalkan bacaan ta’awwudz selama bulan ramadhan dan karena hal ini termasuk masalah ghaib yang tidak terjangkau oleh akal manusia. Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati dan fikiran kita agar membenci perbuatan setan dan menjauh darinya baik di bulan ramadhan ini maupun selepasnya.

Keistimewaan Sholat Tarawih

INILAH KEISTIMEWAAN SHALAT TARAWIH SAAT RAMADHAN

Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda :

Pada 10 Hari Pertama Bulan Ramadhan :

Malam pertama: Pelaksanaan shalat tarawih pada hari pertama Ramadhan sama seperti orang yang keluar dari dosanya, layaknya anak yang baru dilahirkan ibunya.

Malam ke 2 : umat mukmin yang menyelenggarakan shalat tarawih pada malam kedua maka akan diampuni dosa-dosanya dan dosa kedua orang tuanya.

Malam ke 3 : Pada malam keempat masih berkaitan dengan pengampunan. Malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat”. Jadi Allah akan mengampuni dosa-dosa yang sudah lalu jika kita dengan ibadah pada malam tersebut.

Malam Ke 4 : Pada malam ini melaksanaakan ibadah shalat tarawih pahalanya seperti sedang membaca Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran.

Malam ke 5 : pahala melaksanakan shalat ini pada malam kelima adalah seperti pahala orang shalat di Masjidil Haram masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.

Malam ke 6 : pahala menyelenggarakan shalat tarawih pada malam keenam ini adalah Allah SWT akan memberikan pahala seperti orang yang sedang bertawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.

Malam ke 7 : seolah- olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.

Malam ke 8 : Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahim a.s.

Malam ke 9 : Pada malam ke sembilan orang yang menunaikan ibadah shalat tarawih seolah-olah ia beribadah kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadahnya Nabi saw.

Malam ke 10 : Allah Ta’ala mengarungi dia kebaikan dunia dan akhirat.

Pada 10 Hari Kedua Bulan Ramadhan :

Malam ke 11 : ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.

Malam ke 12 : Keistimewaan shalat pada malam ini adalah wajahnya bagaikan bulan di malam purnama saat hari kiamat.

Malam ke 13 : Keistimewaan bagi siapa yang shalat pada malam ini adalah ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.

Malam ke 14 : para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.

Malam ke15 : Siapa yang shalat tarawih pada malam ini maka Ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.

Malam ke 16 : Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.

Malam ke 17 : ia diberi pahala seperti pahala para nabi.

Malam ke 18 : seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”

Malam ke 19 : Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.

Malam ke 20 : Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).

Pada 10 Hari Ketiga Bulan Ramadhan :

Malam ke 21 : Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.

Malam ke 22 : ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.

Malam ke 23 : Allah membangunkan untuknya sebuah kota di dalam surga.

Malam ke 24 : ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.

Malam ke 25 : Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.

Malam ke 26 : Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun

Malam ke 27 : ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.

Malam ke 28 : Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.

Malam ke 29 : Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.

Malam ke 30 : Allah berfirman:”Hai hamba-Ku, makanlah buah- buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku” (HR Majalis).

Demikianlah smg bermanfaat

Doa hari Pertama Ramadhan

❤Do'a Ramadhan Hari Pertama

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ وَ قِيَامِيْ فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ وَ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ وَ هَبْ لِيْ جُرْمِيْ فِيْهِ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ وَ اعْفُ عَنِّيْ يَا عَافِيًا عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ

ALLAHUMAJ'AL SHIYAAMII FIIHI SHIYAAMAS SHOOIMIINA, WA QIYAAMI FIIHI QIYAAMAL QAAIMIINA, WA NABBIHNII FIIHI 'AN NAUMATIL GHOOFILIINA, WA HAB LII JURMII FIIHI YAA ILAAHAL 'AALAMIINA WA'FU 'ANNI YAA 'AAFIYAN 'ANIL MUJRIMIINA.

Ya Allah.. Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. Dan jagalah aku dari tidurnya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku… Wahai Tuhan sekalian alam. Dan ampunilah aku, wahai pengampun para pembuat dosa.
Aamiin Yaa Robbal Alamiin🙏🏼

KAPAN KITA PUASA???

KAPAN MULAI PUASA?

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Bahwa Rasul SAW bersabda :

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ

Puasalah dengan melihat bulan dan berfithr (berlebaran) dengan melihat bulan, bila tidak nampak olehmu, maka sempurnakan hitungan Sya`ban menjadi 30 hari. [HR. Bukhari]

Berdasarkan perintah Rasulullah SAW dalam hadits di atas maka untuk menentukan awal Ramadhan terdapat dua cara yaitu : Pertama, Dengan ru`yatul hilal, Yaitu dengan cara memperhatikan terbitnya bulan di hari ke 29 bulan Sya`ban. Pada sore hari saat matahari terbenam di ufuk barat. Apabila saat itu nampak bulan sabit meski sangat kecil dan hanya dalam waktu yang singkat, maka ditetapkan bahwa mulai malam itu, umat Islam sudah memasuki tanggal 1 bulan Ramadhan. Jadi bulan Sya`ban umurnya hanya 29 hari bukan 30 hari. Maka ditetapkan untuk melakukan ibadah Ramadhan seperti shalat tarawih, makan sahur dan mulai berpuasa.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA Bahwa suatu ketika datanglah seorang badui datang menemui Rasul SAW dan berkata:

إِنِّي رَأَيْتُ الْهِلَالَ )قَالَ الْحَسَنُ فِي حَدِيثِهِ يَعْنِي رَمَضَانَ( فَقَالَ أَتَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ أَتَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ يَا بِلَالُ أَذِّنْ فِي النَّاسِ فَلْيَصُومُوا غَدًا

Wahai Rasul, saya telah melihat hilal (awal Ramadhan). Rasul bertanya: apakah engkau bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah Ia menjawab: Ya. Rasul bertanya: apakah engkau bersaksi bahwa muhammad adalah utusan-Nya. Ia menjawab: Ya. Lalu Rasul SAW berkata : Wahai Bilal, umumkan kepada kaum muslimin untuk memulai puasa besok. [HR Abu Daud].

Berdasarkan keterangan Kementerian Agama RI: Rukyatul Hilal awal bulan suci ramadhan 1437 H / 2016 M  dengan Ketinggian Hilal Toposentris / Mar’i sebesar 4o 22 ' 13,69 '' atau 4,4o ( di atas ufuk ) sehingga kemungkinan besar sudah bisa dilihat atau dirukyat dengan Lama Hilal di atas ufuk ( الهلال فوق الأفق مكث / Long of the Crescent ) = 18 menit 51 detik. Dan Hilal akan Terbenam ( غروب الهلال / Moonset ) pada pukul 18 : 02 : 51 WIB dan jika hilal memang ternyata bisa di rukyat bil fi’li maka pemerintah dengan sidang Isbatnya akan menetapkan  awal Ramadhannya adalah hari senin.

Adapun ketika kita melihat hilal maka dianjurkan untuk berdoa. Diriwayatkan bahwasannya Rasul SAW jika melihat hilal maka Beliau berdoa :
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
"Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah" [HR. Ahmad]

Namun jika terkendala awan atau yang lain sehingga hilal tidak bisa terlihat maka penentuan awal ramadhan berpindah kepada metode Kedua, Ikmal, Yaitu Menggenapkan umur bulan Sya`ban menjadi 30 hari. Apabila bulan sabit awal Ramadhan sama sekali tidak terlihat, maka umur bulan Sya`ban ditetapkan menjadi 30 hari (ikmal) dan puasa Ramadhan baru dilaksanakan lusanya yakni hari selasanya.

Terdapat perbedaan pendapat ulama tentang ru`yatul hilal, yaitu apakah bila ada orang yang melihat hilal, maka semua kaum muslimin di seluruh belahan dunia wajib mengikutinya atau tidak ? Atau hanya berlaku bagi negeri dimana dia tinggal ?  Pendapat pertama adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama . Mereka menetapkan bahwa bila ada satu orang saja yang melihat bulan, maka semua wilayah negeri Islam di dunia ini wajib mengikutinya. Hal ini berdasarkan prinsip wihdatul matholi`, yaitu bahwa mathla` (tempat terbitnya bulan) itu merupakan satu kesatuan di seluruh dunia. Jadi bila ada satu tempat yang melihat bulan, maka seluruh dunia wajib mengikutinya. Pendapat ini didukung oleh Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal. Sedangkan Pendapat Kedua adalah pendapat Imam Syafi`i RA. Beliau berpendapat bahwa bila ada seorang melihat bulan, maka hukumnya hanya mengikat pada negeri yang dekat saja, sedangkan negeri yang jauh memeliki hukum sendiri. Ini didasarkan pada prinsip ihktilaful matholi` atau beragamnya tempat terbitnya bulan. Ukuran jauh dekatnya adalah 24 farsakh atau 133,057 km. Jadi hukumnya hanya mengikat pada wilayah sekitar jarak itu. Sedangkan diluar jarak tersebut, tidak terikat hukum ruk`yatul hilal. Dasar pendapat ini adalah hadits Kuraib dan hadits Umar, juga qiyas perbedaan waktu shalat pada tiap wilayah. Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati dan fikiran kita agar toleran terhadap perbedaan dan menyadari bahwa perbedaan pendapat tidak menafikan kesatuan dan persatuan ummat islam.
Kami ucapkan Selamat menyambut bulan suci Ramadhan.

Ramadhan telah tiba

RAMADHAN TELAH TIBA PENTING UNTUK DIKETAHUI.

Disadur dari kitab At-taqriratus sadidah fi masa'ilil Mufidah

Karangan Assayyid Hasan Alkaff, Murid Senior Al-alim, Al-allamah Alfaqih Assayyid Alhabib Zein bin Ibrahim bin Sumaith, Mufti syafi'i di kota Madinah el Munawaroh. 

Pelajaran penting dalam memahami Hadist

"betapa banyak orang berpuasa namun tak mendapatkan apa-apa melainkan hanya mendapatkan Lapar dan dahaga sahaja"

©Ringkasan Hukum-hukum puasa dan Bulan Ramadhan, terangkum dalam tujuh pengajaran.

©Pelajaran Fiqh keenam dalam Hukum-hukum Puasa

©Pelajaran terpenting karena terdapat beberapa masalah dimana banyak orang lalai sehingga mereka berpuasa namun puasanya batil.

Pembatal Puasa keenam: adalah masuknya benda kedalam anggota tubuh melalui lubang terbuka

PENJELASAN : 

(a) MASUKNYA BENDA, kedalam tubuh yang mempunyai akses ruang, atau rongga. Hal ini memberikan arti bahwa tidak batal puasanya jika yang masuk kedalam rongga tersebut berupa Udara, atau rasa, atau angin yang tidak mempunyai bentuk benda, oleh karena nya tidak dapat membatalkan puasa jika hal tersebut masuk kedalam lubang tembus yang terbuka yang ada pada anggota tubuh.

(b) MELALUI LUBANG TERBUKA, maka tidak mengapa jika benda yang masuk kedalam anggota tubuh tersebut tidak melalui lubang tembus yang terbuka, seperti minyak atau cream kulit, dan sejenisnya yang masuk meresap kedalam pori-pori kulit.

⚫ Setiap lubang tembus itu  dianggap terbuka dalam Madzhab Imam Syafi'i kecuali lubang yang ada pada mata, oleh karena nya memakai celak mata tidak membatalkan puasa meskipun ada rasa masuk kedalam tenggorokan nya.

⚫ Begitupun juga, lubang telinga  dianggap terbuka menurut Al-imam Al-ghazali.

⚫ Sementara menurut penelitian Dokter modern menetapkan bahwa mata itu mempunyai lubang tembus yang terbuka yang dapat masuk kedalam, dan hal itu tidak terjadi pada telinga.

Maka yang lebih baik adalah berhati-hati terhadap dua anggota tubuh  mata dan telinga tersebut.

(c) MASUK KEDALAM,   yaitu meliputi makanan dan obat-obatan, seperti masuk kedalam perut, atau meliputi obat-obatan saja seperti masuk kedalam otak.

PERMASALAHAN MASUKNYA BENDA KEDALAM TUBUH.

1. Hukum jarum suntik , jika tidak bisa dilakukan diwaktu malam, maka boleh dengan alasan darurat.

Akan tetapi  Ulama berbeda pendapat, adakah itu membatalkan puasa? Menjadi tiga pendapat.

1. Pendapat pertama, hal itu membatalkan Puasa secara Mutlak sebab dikatagorikan sebagai benda yang masuk ke dalam.

2. Pendapat kedua, bahwa itu tidak membatalkan puasa secara Mutlak, karena hal itu dikatagorikan sebagai benda yang masuk kedalam tapi tidak melalui lubang tembus yang terbuka.

3. Pendapat ketiga, mempunyai beberapa penafsilan, dan ini pendapat yang paling dianggap sohih.

(a)  jika jarum suntik tersebut berfungsi  menggantikan makanan dan minuman maka itu membatalkan Puasa.

(b) jika jarum suntik tersebut tidak berfungsi menggantikan makanan dan minuman maka :

>> jika melalui pembuluh darah, yaitu Urat, maka itu membatalkan puasa.

>> jika melalui otot yang bukan dari pembuluh darah, maka itu tidak membatalkan puasa.

2. HUKUM DAHAK, dan sejenisnya adalah lendir, maka ada beberapa perincian.

(a) jika dahak atau lendir tersebut sampai kepada batas anggota dhohir kemudian dia menelan nya kembali maka batal puasanya.

Hal itu terjadi apabila  dahak atau lendir sudah keluar kebatas anggota dhohir kemudian ia mengalirkankan nya kedalam meskipun setelah itu ia tidak mampu memuntahkan nya. Maka Hukum puasanya Batal.

Berbeda jika dahak atau lendir tersebut mengalir sendiri masuk kedalam serta tidak mampu untuk memuntahkan nya kembali, maka dalam keadaan yang demikian tidak membatalkan Puasa atas alasan Udzur.

hal serupa jika dahak atau lendir tersebut tidak sampai kebatas anggota dzohir, maka Puasanya Tidak batal.

(b).  Jika dahak atau lendir hanya sampai kepada batas anggota batin, kemudian menelan nya maka tidak membatalkan Puasa.

⚫ Batas Anggota dhohir : adalah tenggorakan yang ada pada Makhraj huruf Kho'.

⚫ Batas anggota batin : adalah tenggorokan yang ada pada makhraj ha'.

Kemudian ada beberapa beda pendapat Ulama'  atas tempat makhraj kha'.

Menurut imam Nawawi : itu masuk kepada batas anggota dhohir, maka dari itu puasanya menjadi batal jika sudah sampai ke batas makhraj kha' kemudian ditelan nya kembali.

Akan tetapi menurut pendapat imam Rafi'i, itu masuk kepada batas anggota batin, maka tidak membatalkan Puasa jika menelan nya kembali.

3. HUKUM MENELAN AIR LIUR.

Tidak membatalkan Puasa karena sulit untuk menghindarinya.

Apabila disengaja mengumpulkan air liur dibawah lidahnya, maka tidak membatalkan puasa dengan tiga syarat:

1. Air liurnya murni, artinya tidak bercampur dengan benda yang lain.

Jika ia menelan air liur yang bercampur dengan sisa lauk pauk yg tersisa dimulut atau sejenisnya maka batal puasanya.

Al-allamah Ibnu Hajar Almakki dalam kitab nya At-tuhfah menjelaskan, bahwa dimaafkan bagi orang yg gusinya berdarah kemudian menelan dengan air liurnya sekiranya ia sulit menghindarinya,  hal yg demikian adalah bentuk dispensasi atau keringanan.

2. Air liurnya harus suci tidak terkena najis. Meskipun air liurnya murni, seperti mulutnya terkena najis darah kemudian ia bersihkan bukan dengan air, maka mulut dan air liurnya tetap berhukum terkena najis meskipun air liur nya murni  harus dibasuhnya dengan air.

3. Air liur Harus  dari sumbernya, lidah dan Mulut adalah Sumber air liur, jika ia menelan air ludah yang sudah keluar kebibir nya maka Puasanya Batal.

4. HUKUM MASUKNYA AIR  KETIKA MANDI TANPA DISENGAJA BAGI ORANG YANG BERPUASA.

ada beberapa perincian.

1. Jika mandi nya adalah mandi yang diperintahkan oleh Syara' , baik itu mandi wajib  seperti mandi dari jenabah, atau Mandi Sunnah seperti mandi Jumat, maka tidak membatalkan Puasa jika cara mandinya dengan menuangkan air. Dan membatalkan puasa jika mandi nya dengan menyelam.

Berkata dalam kitab khasyiah Al-bujairimi alal Khotib, bahwa itu dapat membatalkan Puasa jika air yang masuk kedalam tersebut dengan cara menyelam, apabila hal itu sudah menjadi kelumrahan akan masuknya air kedalam. Jika tidak menjadi kelumarahan akan masuknya air kedalam maka tidak membatalkan puasa.

2. Jika mandinya bukan mandi yang diperintahkan oleh syara', seperti mandi karena membersihkan badan atau mendinginkan badan, maka jika kemasukan air dapat membatalkan puasa disengaja ataupun tidak disengaja, baik mandinya dengan menuangkan air atau dengan menyelam.

5. HUKUM KEMASUKAN AIR KETIKA KUMUR-KUMUR ATAU MENGHIRUP AIR.

ada beberapa perincian.

1. Jika kumur-kumur yang dianjurkan oleh syara', seperti kumur-kumur ketika wudhu' atau mandi, maka perhatikan.

>> jika tidak berlebih-lebihan dalam berkumur-kumur maka itu tidak membatalkan puasa walau airnya termasuk kedalam.

>> jika ia berlebih-lebihan dalam berkumur-kumur maka hal itu membatalkan Puasa, karena berlebih-lebih dalam berkumur-kumur adalah  Makruh bagi orang yang Berpuasa.

2. Jika kumur-kumur pada  Perkara yang tidak dianjurkan oleh syara'  seperti membersihkan gigi atau kumur-kumur yang bukan karena  untuk wudhu' atau mandi, maka batal puasanya jika airnya termasuk kedalam meskipun tidak berlebih-lebihan dalam berkumur-kumur.

PEMBATAL PUASA KETUJUH :

adalah mengeluarkan air mani, yaitu mengeluarkan air mani melalui tangan nya atau melalui tangan isterinya. Atau dengan cara menghayal, atau dengan cara memandang jika ia tau akan menyebabkan air maninya keluar, atau dengan berbaring pada lambungnya, jika hal-hal seperti itu dapat menyebabkan keluar air mani maka Puasanya Batal.

RINGKASAN MASALAH KELUAR AIR MANI.

Terkadang dapat membatalkan Puasa, terkadang juga tidak membatalkan Puasa.

Puasanya menjadi Batal dalam dua keadaan.

1. Beristimna' . Yaitu mengeluarkan air mani dengan cara apapun.

2. Jika bersentuhan dengan isterinya tanpa tabir penghalang.

Tidak membatalkan puasa dalam dua keadaan.

1. Jika keluar air mani tidak dengan bersentuhan langsung, seperti berfikir atau memandang (apabila hal itu bukan menjadi kebiasaan keluarnya air mani)

2. Jika keluar air mani dengan bersentuhan langsung akan tetapi ada tabir penghalangnya

(

Roh yang kembali di bulan Ramadhan

#👳🌻
hidup beramal ibadah kerana ALLAH SWT 🌻👳#

ROH YANG KEMBALI DI BULAN RAMADAN

Assalamualaikum wbk.

APABILA tiba bulan Ramadan, semua roh berkumpul di Luh Mahfuz memohon kepada Allah SWT untuk kembali ke bumi.

Ada roh yang dibenarkan pulang ke bumi dan ada yang tidak dibenarkan.

Roh yang dibenarkan pulang adalah kerana amalan baik mereka semasa hayat mereka ataupun ada penjamin-penjamin yang mendoakan mereka.

Manakala roh-roh yang tidak dibenarkan pulang disebabkan kesalahan mereka semasa hayat mereka akan terus di penjara di Luh Mahfuz.

Apabila roh dibenarkan pulang, perkara pertama yang mereka lakukan adalah pergi ke tanah perkuburan untuk melihat jasad mereka.

Kemudian mereka akan pergi ke rumah anak2 mereka, orang yang mendapat harta pusaka mereka dan ke rumah orang yang mendoakan mereka dengan harapan orang yang mereka lawati itu memberi hadiah untuk bekalan mereka.

Perkara ini akan berlarutan sehinggala tibanya Hari Raya Aidilfitri.

Pada saat ini mereka akan mengucapkan selamat tinggal kepada jasad dan pulang semula ke Luh Mahfuz dengan bekalan yang diberikan oleh mereka yang masih hidup.

Di sini diberitahu hikmah adanya alam kubur.

Alam kubur membuktikan bahawa Allah itu Maha Penyayang.

Orang yang melakukan kesalahan semasa hayatnya boleh dibantu dengan doa orang2 yang masih hidup.

Alangkah bahagianya jika seseorang yang telah meninggal dunia masih mendapat bekalan daripada orang-orang yang masih hidup.

Oleh itu wahai saudaraku dan sahabatku, jangan biarkan orang-orang yang kita sayang, yang mengadap Allah terlebih dulu daripada kita sepi tanpa doa dan sedekah daripada kita.

Sesungguhnya apabila mati seseorang anak adam itu, terputus ia semua hal kecuali 3 perkara iaitu doa anak2 yang soleh, ilmu yang bermanfaat dan sedekah amal jariah.

Sebarkan hal ini kepada seberapa ramai orang terdekat anda, dan mintalah mereka untuk melakukan hal yang sama.

Yang jelas jika anda tidak meneruskan hal ini, maka anda telah melepaskan kesempatan untuk saling menasihati dalam kebenaran dan beramal soleh.

Jika anda melakukan dengan ikhlas insya-Allah anda akan mendapat ganjaran pahala kebaikan.

~~JAMBATAN YANG PALING AKU TAKUT~~
-- JAMBATAN PALING PANJANG DAN LAMA UNTUK DILALUI OLEH SEMUA ORANG.

Jambatan titian sirat yg lebarnya hanya sehelai rambut yg dibelah tujuh dan tajamnya lebih daripada mata pedang . Di bawahnya terbentang NERAKA dan di sebelahnya terbentang SYURGA yg luas . Diceritakan bahawa, untuk merentasi titian mengambil masa 15,000 tahun . 5 ribu tahun menaik , 5 ribu tahun mendatar , dan 5 ribu tahun menurun .
# Share la dpt pahala mengingatkan sesama agama, tdak kira agama ape .

^^ 7 petala langit , 7 petala bumi , 7 lautan , 7 hari , 7 syurga , 7 neraka , 7 baris surah dalam al-fatihah , 7 bukan nombor sebarangan . :')

Seandainya jenazah itu mampu bangun dan menceritakan sakaratulmaut dan azab kubur, sudah pasti kita akan 24 jam di atas sejadah.

Bila kita dah nampak ayat ni , setan hasut " tak payah copy paste la .. buang masa je. "

Masya-Allah... ORG YG SYG ALLAH JE YG COPY NIE: Tak smpai 1 minit pun. "Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah dan aku naik saksi bahawa Nabi Muhammad itu pesuruh Allah."

Makna dan fadhilah bulan sa'ban

Makna dan Fadhilah Bulan Sya’ban

Sya’ban dalam bahasa arab terdiri dari lima huruf. Syin, ain, ba’, alif dan nun. Huruf syin mewakili kata syaraf yang bermakan kemuliaan. Huruf ain adalah singkatan dari ‘uuwwi yang berarti tingkat tinggi. Huruf ba’ dari kata birr yaitu kebaikan. Adapun alif dari kata ulfah yang mengandung makna kasih sayang. Sedangkan nun dari kata nur yang berarti cahaya. Inilah segala predikat yang melekat dalam bulan sy’ban yang disediakan oleh Allah swt. untuk hamba-hambanya.<>Pada bulan Sya’ban inilah Allah swt. membuka pintu-pintu kebaikan dan menurunkan berkah-Nya dan pada bulan inilah Allah swt bershalawat kepada Rasulullah saw selaku khairul bariyyat (makhluk yang paling mulia).

وهو شهر الصلاة على النبى المختار, قال الله تعالى "ان الله وملائكته يصلون على النبى يايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

Dalam sebuah pendapat sebagaimana dinuqil oleh Quthbur Rabbani Syaikh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitabnya ‘al-Ghunyah’ di katakan:

صلاة الرب تبارك وتعالى على نبيه تعظيم الحرمة, وصلاة الملائكة عليه اظهار الكرامة, وصلاة الأمة عليه طلب الشفاعة.

Shalawat yang berikan Allah kepada Muhammad adalah sebuah penghormatan, shalawat atas nabi dari para malaikat merupakan pengejawantahan dari karamah, sedangkan shalawat atas nabi dari kita selaku ummat adalah permohonan syafaat dan pertolongan.

Tentang keutamaan bulan sya’ban, dalam kitab yang sama diterangkan lebih lanjut bahwa Allah swt selalu memilih satu dari empat hal:

Allah  memililih empat malaikat yaitu Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail. Dan Allah mengutamkan untuk memilih malaikat Jibril. Allah memilih empat nabi yaitu Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad. Dan Allah mengutamkan untuk memilih Nabi Muhammad saw. Allah memilih empat sahabat Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali. Dan Allah mengutamakan kuntuk memilih Abu Bakar. Allah memilih empat masjid yaitu Masjidil Haram, Masjidil Aqsha, Masjid Nabawi, dan Masjid Turisina. Dan Allah mengutamakan untuk memilih Masjidil Haram. Begitulah seterusnya hingga Allah memilih empat bulan yaitu Rajab, Sya’ban, Ramadhan dan Muharram. Dan Allah mengutamakan untuk memilih Sya’ban. Kemudian Allah jadikan Sya’ban sebagai Syahrun nabi bulannya Rasulullah saw. Sebagaimana posisi Rasululullah sebagai afdhlul anbiya’ maka bulan sya’ban pun sebagai afdhalus syuhur.

Dijelaskan dalam hadits secara eksplisit:

وقد روى  ابو هريرة رضى الله عنه انه قال ان النبي صلى الله عليه وسلم قال: شعبان شهرى, ورجب شهر الله, ورمضان شهرامتى, شعبان هو المكفر, ورمضان هو المطهر.

Sya’ban adalah bulanku, Rajab adalah bulan Tuhanku, Ramadhan adalah bulan umatku. Sya’ban adalah bulan pemberangus dosa dan Ramadhan adalah bulan penyucian diri.    

Mengenai bulan Sya’ban ini seorang ulama berkata bahwa “Bulan itu ada tiga. Pertama Bulan Rajab telah lampau, Rajab telah pergi tidak akan kembali. Kedua Bulan Ramadhan, ia belum datang dan terus kita nanti. Apakah esok kita masih mendapatkan Ramadhan? tidak ada yang tahu. Dan ketiga bulan sya’ban yang ada sekarang ini. Sya’ban sebagai perantara antara Rajab dan Ramadhan maka jagalah keta’atan selama berada di dalamnya (falyaghtanim at-th’at fiha).

Dalam konteks menjaga ketaatan selama Sy’aban inilah kemudian Rasulullah saw mengeluarkan hadits yang cukup terkenal. Diceritakan bahwa suatu ketika nabi memberikan mauidhah kepada seorang lelaki yang ternyata adalah Abdullah bin Umar bin Khattab. Rasulullah saw berkata “jagalah lima perkara sebelum datangnya lima yang lainnya, masa mudamu sebelum masa tuamu. Sehatmu sebelum masa sakitmu. Kayamu sebelum datang miskinmu. Kelonggaranmu sebeblum waktu sumpekmu dan hidupmu sebelum matimu.

Demikianlah makna bulan Sya’ban bagi umat muslim sebagai momentum peringatan diri menjadga ketatan kepada Ilahi. Sebegitu pentingnya hingga Rasulullah saw merumuskan dengan lima hal praktis yang cukup jelas.

Bulan istimewa

KEISTIMEWAAN DAN AMALAN DI BULAN RAJAB

Ingat, nanti malam kita akan memasuki awal bulan Rajab, Syekh Abdul Qodir Aljailani menyebutkan dalam kitabnya "Al-Ghunyah" tentang keistimewaan bulan Rajab, diantaranya:

1. Malam pertamanya di ijabahi do'a, dalam hadits Nabi saw bersabda :

خمس ليال لاترد فيهن الدعوة :
1. اول ليلة من رجب
2. وليلة النصف من شعبان
3. وليلة الجمعة
4. وليلة الفطر
5. وليلة النحر

Lima malam tidak di tolak doa di dalamnya :
1. Malam pertama rojab
2. Malam nisfu sya'ban
3. Malam jum'at
4. Malam hari raya idul fitri
5. Malam hari raya idul adha.

2. Memperbanyak istighfar, di katakan oleh imam wahab bin munabbah ra : aku membaca di salah satu kitab yg di turunkan Allah swt, barang siapa membaca istighfar 70 kali di pagi dan sore dengan mengangkat tangannya
رب اغفر لي وارحمني وتب علي
Kulitnya tidak akan tersentuh api neraka.

3. Puasa,
عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال،  قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :إن في الجنة نهرا يقال له رجب ، أشد بياضا من اللبن واحلى من العسل، من صام يوما منه سقاه الله من ذلك النهر ( ذكره قطب الرباني الشيخ عبد القادر الجيﻻني في كتابه الغنية )

Dari anas bin malik ra beliau berkata, bersabda Rosulullah saw : sesungguhnya di surga ada sebuah sungai yg di namakan rojab, lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu, siapa yg puasa sehari di bulan rojab akan di beri minum oleh Allah swt dari sungai tersebut.
___________________________

Berikut ini beberapa doa yang diamalkan oleh salaf kita ketika memasuki bulan Rajab:

1.Doa dibaca pagi dan sore bulan Rajab (70x)

ّرب اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ

2.Doa dibaca antara Dhuhur dan Ashar bulan Rajab(70x) :

اَسْـتَغْفِرُ الله َ الْعَظِيْمَ الَّذِي لآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ، تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا

3.-Dibaca 10 hari yang pertama bulan Rajab(100x) :

سُـبْحَان الله الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ-

Dibaca 10 hari yang kedua bulan Rajab(100x):

سُـبْحَانَ الله ِ اْلأَحَدِ الصَّمَدِ

Dibaca 10 hari yang ketiga bulan Rajab(100x):

سُـبْحَان الله الرَّؤُوْفِ

4.Membaca “Sayyidul Istighfar”
(3x pagidan sore) :

اَللَّهُم َّ أَنْتَ رَبِّيْ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْـتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّه لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنت

5.Doa ketika masuk bulan Rajab :

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَـعْبَانَ وَبَلِّـغْنَا رَمَضَانَ.

_________

Kita memohon kepada ALLAH untuk memberikan bagian besar dari kemuliaan malam-malam bulan yang mulia ini, dan menjadikan kita dari hamba-hamba yang diterima ibadahnya dan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat..

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻨﺎ ﻓﻲ ﺭﺟﺐ ﻭﺷﻌﺒﺎﻥ ﻭﺑﻠﻐﻨﺎ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻭﺃﻋِﻨﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻭﺍﻟﻘﻴﺎﻡ .

Semoga bermanfaat..
Jum'ah mubaarakah..
Sumber : ahlul kheir

Nasehat Iman safii

🌾2 Nasihat Imam Syafi'i Rahimahulloh 🌾

1⃣ Menghadapi orang bodoh

يخاطبني السفيه بكل قبحٍ فأكره أن أكون له مجيبا
يزيد سفاهةً فأزيد حلماً كعودٍ زاده الإحراق طيبا

Orang bodoh mengejekku dgn segala rupa keburukan namun aku tidak suka untuk menjawabnya

Biarlah kebodohannya terus bertambah sedang aku terus menambah kesopananku, bagai kayu gaharu yang bertambah wangi ketika dibakar

2⃣ Tentang rahasia

إذا المرء أفشى سره بلسانه
ولام به غيره فهو أحمق

إذا ضاق صدر المرء عن سرّ نفسه
فصدر الّذي يستودع السّرّ أضيق

Jika seorang membuka rahasianya dengan lidahnya sendiri kemudian orang lain mencelanya karena itu, maka sungguh ia adalah orang bodoh

Jika dadanya sempit untuk menanggung rahasia dirinya, ketahulah bahwa dada orang yang lain yang menyimpan rahasianya adalah lebih sempit

# semoga kita mampu mengambil hikmah dari nasehatnya

Israk mi'roj

ISRA’ MI’RAJ

Diriwayatkan dari Tsabit Al-Bunani, Anas bin Malik RA berkata :
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ طَوِيلٌ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ قَالَ فَرَكِبْتُهُ حَتَّى أَتَيْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ قَالَ فَرَبَطْتُهُ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ بِهِ الْأَنْبِيَاءُ قَالَ ثُمَّ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَصَلَّيْتُ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ خَرَجْتُ فَجَاءَنِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام بِإِنَاءٍ مِنْ خَمْرٍ وَإِنَاءٍ مِنْ لَبَنٍ فَاخْتَرْتُ اللَّبَنَ فَقَالَ جِبْرِيلُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اخْتَرْتَ الْفِطْرَةَ

bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “(Jibril) telah datang kepadaku bersama Buraq, yaitu hewan putih yang tinggi, lebih tinggi dari keledai dan lebih pendek dari baghal (keturunan silang antara kuda betina dan keledai jantan), yang dapat meletakkan kakinya (melangkah) sejauh pandangannya.” Beliau bersabda: “Maka aku menaikinya hingga sampailah aku di Baitul Maqdis, Beliau bersabda: lalu aku mengikatnya dengan tali yang biasa dipakai oleh para Nabi.” Beliau bersabda: “Kemudian aku masuk ke masjid al-Aqsha dan aku shalat dua raka’at di sana, lalu aku keluar. Kemudian Jibril AS membawakan kepadaku satu gelas khamr dan satu gelas susu, maka aku memilih susu, lalu Jibril berkata kepadaku: ‘Engkau telah memilih fitrah (kesucian).”[HR Muslim

Hari ini, Tanggal 27 Rajab adalah hari yang sangat penting dan bersejarah bagi umat Islam sebab 14 abad yang silam saat itu Rasulullah SAW mendapatkan wahyu dari Allah SWT berupa risalah shalat dalam sebuah ritus spiritual yang jamak dikenal dengan istilah Isra’ Mi’raj.  Dijelaskan dalam Thabaqat al-Qubra, peristiwa ini di bulan Rajab, 18 bulan sebelum hijrah. Menukil pendapat ibnu dihyah dalam kitab as-sirah al-halabiyah, isra’ dan mi’raj terjadi pada hari senin, ini semakin menguatkan nilai sejarah hari senin, karena pada hari senin itu Rasul lahir, diangkat menjadi rasul, keluar dari makkah (hijrah), sampai di madinah, bahkan wafat juga pada hari senin. 

Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsha (Palestina) yang berjarak sekitar 1.200 KM. Sedangkan Mi’raj adalah dinaikkannya Nabi Muhammad SAW ke langit hingga Sidratul Muntaha yang mana jaraknya sangat jauh . sebagai gambaran saja bahwa jarak rata-rata bumi dan matahari saja mencapai 149.600.000 KM. Menariknya, Keduanya terjadi hanya dalam sekejap yang menurut perhitungan akal, jelas peristiwa tersebut mustahil dilakukan. Peristiwa tersebut merupakan mu’jizat terbesar bagi Nabi Muhammad SAW setelah Al-Qur’an. Ini semua menunjukkan betapa besarnya kekuasaan Allah SWT Sebagaimana Firman-Nya:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha Suci Allah Yang telah memper-jalankan hambaNya pada (sebagian) malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat". (QS. Al-Isra: 1)

Ayat tentang Isra ini, diawali dengan ''tasbih'' (Subhana / Maha Suci Allah). Menurut Syeikh Usman bin Hasan bin Ahmad Syakir al-Khaubawi hal ini mengandung hikmah;

Pertama, bahwa kebiasaan bangsa Arab bertasbih di saat menjumpai hal-hal yang menakjubkan, maka lewat firman-Nya itu seolah-olah Allah kagum dengan rasul-Nya yang sempurna kemanusiaannya (al-insan al-kamil) sehingga di perjalankan-Nya secara menakjubkan.

Kedua, dengan bertasbih, Allah bermaksud menepis sinisme masyarakat Arab yang menganggap rasul-Nya telah berdusta, sehingga redaksi ayat tersebut berbunyi, ''Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya....''[Durratun Nasihin]

Maka Pendekatan yang paling tepat untuk memahami keagungan peristiwa ini adalah pendekatan imaniy. Inilah yang ditempuh oleh Abu Bakar As-Shiddiq, seperti terlukis dalam ucapannya:
لئن قال ذلك لقد صدق
Apabila Muhammad yang memberitakannya, pasti benarlah adanya.
Mereka bertanya keheranan : Apakah kau percaya bahwa ia (Rasul) pergi malam hari ke baitul Maqdis dan ia tiba sebelum subuh?
Maka Abu Bakar kembali menjawab :
نعم، إني أصدقه فيما هو أبعد من ذلك
" Ya, sungguh aku akan mempercayainya bahkan terhadap hal yang lebih jauh dari perjalanan masjidil Haram- Masjidil Aqsa [HR Al-Hakim]

Dari peristiwa inilah kemudian beliau deberi gelar as-shiddiq yang artinya adalah orang yang mempercayai apa yang datang dari Rasul SAW dengan sungguh-sungguh.

Adapun perintah shalat 5 waktu maka didapatkan Nabi SAW saat itu yang pada awalnya berjumlah 50 waktu. Ketika Nabi Muhammad SAW hendak turun beliau bertemu dengan Nabi Musa AS, Atas saran Nabi Musa AS, Nabi Muhammad SAW berulangkali menghadap Allah SWT untuk memberikan keringanan, yang akhirnya Allah memberikan keringanan hingga menjadi 5 waktu untuk setiap harinya. Rasul SAW bersabda: “Aku terus bolak-balik antara Rabb-ku dengan Musa AS sehingga Rabb-ku mengatakan:

يَا مُحَمَّدُ، إِنَّهُنَّ خَمْسُ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، لِكُلِّ صَلاَةٍ عَشْرٌ فَذَلِكَ خَمْسُوْنَ صَلاَةً، وَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا، وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ تُكْتَبْ شَيْئًا، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ سَيِّئَةً وَاحِدَةً.

Wahai Muhammad, sesungguhnya kewajiban shalat itu lima kali dalam sehari semalam, setiap shalat mendapat pahala sepuluh kali lipat, maka lima kali shalat sama dengan lima puluh kali shalat. Barangsiapa berniat melakukan satu kebaikan, lalu ia tidak melaksanakannya, maka dicatat untuknya satu kebaikan, dan jika ia melaksanakannya, maka dicatat untuknya sepuluh kebaikan. Barangsiapa berniat melakukan satu kejelekan namun ia tidak melaksanakannya, maka kejelekan tersebut tidak dicatat sama sekali, dan jika ia melakukannya maka hanya dicatat sebagai satu kejelekan. [HR Muslim]

Rasulullah SAW melanjutkan kisahnya: “Kemudian aku turun aku bertemu Musa AS (kembali), lalu aku beritahukan kepadanya, maka ia mengatakan:

ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ

Kembalilah kepada Rabb-mu dan mintalah keringanan lagi.
Rasulullah SAW berkata: “Lalu aku menjawab:

قَدْ رَجَعْتُ إِلَى رَبِّي حَتَّى اسْتَحْيَيْتُ مِنْهُ

Aku telah berulang kali kembali kepada Rabb-ku hingga aku merasa malu kepada-Nya. [HR Muslim] Wallahu A’lam.

Semoga dengan memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj ini kita semua menjadi hamba-hamba yang beriman kepada Allah swt dan semakin percaya akan kemahakuasaaNya serta lebih semangat untuk mengerjakan sholat lima waktu.

Cari

KRITIK - SARAN

Nama

Email *

Pesan *

Pengikut