Ruh manusia

DI lingkungan masyarakat sudah terkenal sekali dengan adanya roh gentayangan. Mereka percaya bahwa orang yang sudah mati bisa hidup kembali berupa roh. Mereka juga beranggapan bahwa orang yang matinya tidak wajar seperti bunuh diri ataupun di bunuh orang lain maka arwahnya penasaran. Arwah tersebut akan meminta sesuatu agar arwahnya bisa tenang. Namun, adakah arwah gentayangan dalam Islam?

Tentang arwah gentayangan atau hantu ini merupakan opini yang salah kaprah. Bukan persoalan ada tidak orang yang telah diganggu oleh hantu tersebut, tetapi dalam hal mengalamatkan siapakah yang menakut-nakuti itu.

Memang ada riwayat yang menyebutkan adanya ruh manusia yang melihat bagaimana orang-orang yang masih hidup memperlakukan jasadnya.

Seperti yang diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Nabi SAW bersabda, “Jika jenazah telah siap, kemudian kaum lelaki memikulnya di atas pundak-pundak mereka, maka jenazah itu orang shalih ia berkata: ‘Segerakanlah aku!’, tetapi jika tidak (shalih), ia berkata kepada keluarganya: ‘Celaka, akan kalian bawa kemana aku?’ Segala sesuatu akan mendengar suaranya selain manusia, dan andaikan manusia mendengarnya niscaya akan jatuh tersungkur,” (HR. Bukhari).

Hal ini juga dikuatkan pula oleh dua hal:

Pertama, keterangan yang shahih menyebutkan bahwa orang kafir mendapat siksa kubur, sedangkan orang yang shalih mendapat nikmat di kubur, bagaimana sempat mereka bergentayangan dengan berbagai motif misal balas dendam, menolong temannya yang masih hidup atau mencari kesenangan lain di dunia?

Kedua, andai saja orang yang telah mati diberi kesempatan untuk beramal lagi, tentulah mereka memilih fokus untuk beribadah, bukan untuk balas dendam atau yang lainnya. Lagi pula bagaimana dengan hisabnya di akhirat jika dia membunuh setelah matinya? Bagaimana pula dengan catatan amalnya? Jelas hal ini menyelisihi dalil-dalil qath’i yang menyebutkan bahwa manusia putus amalnya ketika telah mati. Seperti hadits yang sudah sangat populer, “Jika manusia mati, maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya,” (HR. Muslim).

Allah dalam Q.S Al Mukminum: 99-100 memberitakan bahwa orang-orang yang telah dikuburkan mustahil bisa kembali ke dunia, kecuali dibangkitkan setelah hari kiamat. Orang-orang kafir (roh jahat) terkurung dalam penjara alam kubur. Dan pada ayat lain (Q.S Arrum :56), jadi tidak ada kekuasaan manusia (yang telah berada dialam kubur) untuk bisa kembali ke dunia ini.

Rasullah SAW mengabarkan bahwa setelah roh keluar dari tubuh manusia (mati), roh itu diantar oleh malaikat menuju penciptanya (Allah). Setelah itu dikembalikan kealam kubur. Di alam kubur roh mendapat pemeriksaan oleh malaikat Munkar dan Nakir. Melalui pemeriksaan itulah roh ditempatkan pada tempat yang layak baginya, “Kemudian dibukakanlah untuknya pintu ke arah surga. Lalu kepadanya dikatakan; Inilah tempat tinggalmu dan itu pulalah yang diserakan oleh Allah untukmu yaitu segala sesuatu yang ada di dalamnya. Mayit itu merasakan kenikmatan yang besar dan umat berbahagia. Kemudian dikeluarkanlah kuburnya itu sampai 70 hasta dan diberi penerangan di dalamnya. Tubuhnya dikembalikan sebagai mana permulaan dahulu. Rohnya diletakkan di dalam kelompok roh yang suci yaitu dalam tubuh seekor burung yang bertengger di salah satu pohon surga,” (H.R Ahmad).

Berdasarkan keterangan al-Qur’an dan hadis maka jelaslah bahwa tidak ada roh gentayangan, yang ada adalah roh orang yang mukmin tidak bisa terangkat keatas gara-gara utangnya yang belum terbayar. Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada hantu, di dalam arti roh mati kedunia mengganggu manusia (HR. Muslim). Apa yang selama ini diyakini oleh sebagian besar umat Islam hanyalah tipu daya setan dari bangsa jin. Setanlah yang menyamar sebagai orang yang telah mati seperti dilihat oleh orang-orang yang tertipu.

Ntuk bu kory semoga manfaat..

Dahsyatnya pergi ke masjid

🙏🏼
      🐾
       🐾Dahsyatnya Pergi Ke Masjid🌴

🌄Allahu Akbar.....🐾
                     🐾
🐾🐾🐾

👉🏽Orang selalu pergi ke masjid dijamin hidupnya dalam keadaan baik, wafatnya pun dalam keadaan baik.siapakah yang tidak ingin wafat dalam keadaan baik ??

📓 Dari Abu Umamah radhiallahu anhu, dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, beliau bersabda:

“Ada tiga golongan yang semuanya dijamin oleh Allah Ta’ala, yaitu

✏Orang yang keluar untuk berperang di jalan Allah, maka ia dijamin oleh Allah hingga Dia mewafatkannya lalu memasukkannya ke dalam Surga atau mengembalikannya dengan membawa pahala dan ghanimah,

✏ Kemudian orang yang pergi ke masjid, maka ia dijamin oleh Allah hingga Dia mewafatkannya lalau memasukkannya ke dalam Surga atau mengembalikannya dengan membawa pahala,

✒ Dan orang yang masuk rumahnya dengan mengucapkan salam, maka ia dijamin oleh Allah.”

(HR. Abu Dawud, di shahihkan oleh syaikh al Albani).

dijamin oleh Allah ??
luar biasa..
lebih dari jaminan hari tua..
atau jaminan asuransi kesehatan..
atau jaminan jaminan dunia lainnya..
karena itu tak menjamin surga..
harapan seorang mukmin adalah mendapat jaminan dari Allah..
pencipta alam semesta..

Doa hari jumat

DOA HARI JUM’AT
------------------------------------
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد

Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad

Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

اَلْحَمْدُ للهِِ الاَْوَّلِ قَبْلَ الاِْنْشاءِ وَالاِْحْياءِ، وَالاْخِرِ بَعْدَ فَناءِ الاَْشْياءِ، الْعَليمِ الَّذى لا يَنْسى مَنْ ذَكَرَهُ، وَلا يَنْقُصُ مَنْ شَكَرَهُ، وَلا يَخيبُ مَنْ دَعاهُ، وَلا يَقْطَعُ رَجاءَ مَنْ رَجاهُ

Alhamdulillâhil awwali qablal insyâi wa ihyâ’, wal-âkhiri ba’da fanâil asy-yâi, al-‘alîmil ladzî lâ yansâ man dzakarahu, walâ yanqushu man syakarahu, walâ yakhîbu man da’âhu, walâ yaqtha’u rajâhu.

Segala puji bagi Allah, Yang Awal sebelum penciptaan dan penghidupan,Yang Akhir setelah punah semua,Yang Maha Tahu,Yang Tak Melupakan orang yang mengingatNya, Yang Tidak Merugikan orang yang mensyukuri-Nya, Yang Tidak Mengecewakan orang yang memohon pada-Nya, Yang Tidak Memutuskan harap orang yang mengharap-Nya

اَللّهُمَّ اِنّى اُشْهِدُكَ وَكَفى بِكَ شَهيداً، وَاُشْهِدُ جَميعَ مَلائِكَتِكَ وَسُكّانَ سَماواتِكَ وَ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَنْ بَعَثْتَ مِنْ اَنْبِيائِكَ وَرُسُلِكَ وَاَنْشَأْتَ مِنْ اَصْنافِ خَلْقِكَ

Allâhumma innî usyhiduka wa kafâ bika syahîdâ, usyhidu jamî’a malâikatika wa

sukkâna samâwâtika wa hamlata ‘arsyika wa man ba’atsta min anbiyâika wa rusulika wa ansya’ta min ashnâfi khalqika.

Ya Allah, aku mintakan kesaksian-Mu dan cukuplah Engkau sebagai saksi. Aku mintakan kesaksian seluruh malaikat-Mu penghuni langit-Mu dan pemikul arasy-Mu serta yang Kau bangkitkan sebagai nabi dan rasul-Mu dan yang Kau ciptakan dari berbagai makhluk-Mu

اِنّي اَشْهَدُ اَنَّكَ اَنْتَ اللهُ لا اِلهَ اِلاّ اَنْتَ وَحْدَكَ لا شَريكَ لَكَ وَلا عَديلَ وَلا خُلْفَ لِقَوْلِكَ وَلا تَبْديلَ، وَاَنَّ مُحَمَّداً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ، اَدّى ما حَمَّلْتَهُ اِلَى العِبادِ، وَجاهَدَ فِي اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَقَّ الْجِهادِ، وَاَنَّهُ بَشَّرَ بِما هُوَ حَقٌّ مِنَ الثَّوابِ، وَاَنْذَرَ بِما هُوَ صِدْقٌ مِنَ الْعِقابِ

Innî asyhadu annaka Antallâhu lâ ilâha illâ Anta wahdaka lâ syarîka laka, walâ ‘adîla walâ khulfa liqawlika walâ tabdîla, wa anna Muhammadan shallallâhu ‘alayhi wa âlihi ‘abduka wa rasûluka, addâ mâ hammaltahu ilal ‘ibâdi, wa jâhada fillâhi ‘azza wa jalla haqqal jihâdi, wa annhu basysyara bimâ huwa haqqun minats tsawâbi, wa andzara bimâ huwa shidqun minal ‘iqâbi.

Aku bersaksi, sesungguhnya Engkau Allah, tiada Tuhan kecuali Engkau, Tunggal Tak Berserikat dan Tak Bertara firman-Mu tak berubah dan tak berganti, dan sesungguhnya Muhammad saw hemba-Mu dan Rasul-Mu,

ia penuhi apa yang Kau bebankan padanya untuk semua hamba
ia berjihad di jalan Allah dengan jihad yang sebenarnya
ia memberi kabar gembira tentang pahala yang sejati
ia mengancam dengan siksa yang sesungguhnya

اَللّهُمَّ ثَبِّتْني عَلى دينِكَ ما اَحْيَيْتَني، وَلا تُزِغْ قَلْبي بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَني، وَهَبْ لي مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهّابُ، صَلِّ عَلى مُحَمَّد وَعَلى آلِ مُحَمَّد، وَاجْعَلْني مِنْ اَتْباعِهِ وَشيعَتِهِ، وَاحْشُرْني في زُمْرَتِهِ، وَوَفِّقْني لاَِداءِ فَرْضِ الْجُمُعاتِ وَما اَوْجَبْتَ عَلَيَّ فيها مِنَ الطّاعاتِ وَقَسَمْتَ لاَِهْلِها مِنَ الْعَطاءِ في يَوْمِ الْجَزاءِ، اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزيزُ الْحَكيمُ

Allâhumma tsabbitnî ‘alâ dînika mâ ahyaytanî, walâ tuzigh qalbî ba’da idz hadaytanî, wa bahlî milladunka rahmatan innaka Antal Wahhâb, shalli ‘alâ Muhammadin wa ‘alâ âli Muhammad, waj’alnî min atbâ’ihi wa syî’atihi, wahsyurnî fî zumratihi, wa waffiqnî liadâi fardhil jumu’âti wa mâ awjabta ‘alayya fîhâ minath thâ’âti, wa qasamta liahlihâ minal ‘athâi fî yawmil jazâ’, innaka Antal ‘Azîzul Hakîm.

Ya Allah
Teguhkan aku pada agama-Mu selama Kau hidupkan aku
Janganlah gelincirkan hatiku setelah Engkau tunjuki aku
Karuniakan padaku rahmat dari sisi-Mu
Sungguh, Engkaulah Maha Pemberi
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad
Jadikanlah aku dari pengikut dan golongannya
Kumpulkan aku pada kelompoknya
Bimbinglah aku untuk melaksanakan kewajiban Jum’at, yang Kau wajibkan atasku untuk aku taati dan Kau bagikan karunia pada hari pembalasan pada orang yang layak menerimanya.
Sungguh, Engkaulah Yang Maha Gagah dan Maha Bijaksana

" Doa Imam Ali Zainal Abidin bin Al Husain bin Ali bin Abi Thalib RA" .
(kitab Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga)

Tulisan terbaik syekh ali thanthawi mesir

lnilah di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:

⏰ Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.

🔥 Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.

🏮Akan ada banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaan nya demi ikut menguburkanmu.

⛺ Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan sarung,pakaianmu.

📬 Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermanfaat untukmu. Atau dibuang agar engkau segera hilang dari kenangan....

🔮 Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dg kepergianmu.
Ekonomi akan tetap berlangsung! Aktivitas tetap berjalan, anak2 dengan cepat kembali tertawa, engkau telah tenggelam dalm episode kenangan...

🔑 Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain. Hartamu menjadi harta halal bagi ahli waris. Kendaraanmu berpindah tangan, rumahmu diisi orang baru.. Sedangkan kamu yg akan dihisab dan diperhitungkan dari hartamu!

Kesedihan atasmu ada 3;
Orang yg mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan ya......

Kawan2mu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa!

Di rumah ada kesedihan yg mendalam!

Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??

Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!

Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah2 manusia".

🍀 Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!

🌎Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak.

🏫 Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta. Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai.

🌇 Pertanyaannya adalah:
Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu??
Hakikat ini memerlukan perenungan.

🌃 Usahakan dgn sungguh2;
Menjalankan kewajiban kewajiban, hal-hal yg disunnahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, shalat malam,

🌅 Semoga saja engkau selamat.

☝Andai engkau mengingatkan manusia dgn tulisan ini insyaAllah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat.

🔥Sampaikanlah renungan ini pada orang2 yg engkau kasihi.

Hidup kita 0.15 detik

Ternyata Kita Hanya Hidup 0,15 Detik Saja, atau 1,5 Jam Waktu Akhirat.

Mohon waktunya sebentar,, dan maaf, bukan bermaksud untuk menggurui. Saling berwasiat dalam hal kebaikan adalah kwajiban sesama Muslim. Mari kita baca dengan seksama dengan tempo se-slow-slownya...

Bismillahir rahmanir rahim...

"Demi masa... Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran". (QS. al-Ashr: 1-3)

Mengawali catatan ini, saya mulai dengan surat al-Ashr ayat 1-3. Dalam ayat tersebut, Allah swt. bersumpah demi waktu karena memang waktu manusia hidup di bumi ini sangat singkat sekali. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita menggunakan waktu sebaik mungkin agar tidak termasuk dalam kategori golongan orang yang rugi.

Menururt perhitungan para Astronom dan Fisikawan dari NASA, hidup manusia ternyata sangatlah singkat. Berdasarkan pendekatan kosmik menyimpulkan bahwa; Rata-rata manusia di bumi ini hanya hidup selama 0,15 detik kosmik. Jika dihitung berdasarkan kalender waktu yang berlaku di bumi, maka kita hidup hanya berkisar 70 tahun. Karena 0,15 detik kosmik setara 70 tahun, karena 1 detik kosmik sama dengan 475 tahun.

Waktu kosmik itu sendiri adalah waktu yang menggambarkan umur alam semesta ini yang diperkirakan 15 milyar tahun. Karena itu para Astronom mendefinisikan umur kosmik, yaitu dengan cara mengandaikan umur alam semesta seakan-akan hanya 1 tahun, maka setiap detik kosmik adalah 475 tahun penanggalan kalender bumi.

Sedangkan berdasarkan pendekatan Dalam al-Quran, perbedaan waktu (waktu dunia dengan waktu akhirat) itu bisa dilihat dalam surat as-Sajadah ayat 5:

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”.

Jadi, dalam ayat tersebut disampaikan bahwa: perbandingan waktu dunia dengan waktu akhirat itu "satu hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia". Sungguh, suatu waktu yang sangat lama dan berbeda sangat tajam, hingga wajarlah jika Allah swt bersumpah demi waktu.
Dan kalau kita bandingkan dengan umur kita hidup di dunia ini dengan waktu di akhirat, dan kita ambil nilai rata-rata usia hidup manusia pada saat ini (yaitu berkisar umur 60-an tahun), atau kita ambil contoh dari Rasulullah Saw yang hidup sampai usia 63 tahun, maka usia kita hidup di dunia ini hanya 1,5 jam waktu akhirat. Subhanallah….

Mari kita sama-sama belajar menghitung:
1.000 tahun di dunia = 1 hari di akhirat.
24 jam akhirat = 1.000 tahun dunia.
12 jam akhirat = 500 tahun dunia.
6 jam akhirat = 250 tahun dunia.
3 jam akhirat = 125 tahun dunia.
1,5 jam akhirat = 62,5 tahun dunia.

Hasilnya, ternyata dunia yang sering kita banggakan selama ini, dimana di dalamnya kita berlomba-lomba untuk saling membunuh, menipu, mendhalimi, menyakiti, membohongi, korupsi, selingkuh, berzina, dll, ini hanya bernilai 1,5 jam saja di akhirat.

Selain itu, jika jangka waktu usia kita rata-rata 63 tahun dan waktu yang kita gunakan untuk tidur atau beristirahat adalah 8 jam sehari (sepertiga dari waktu sehari, 24 jam), maka waktu yang kita gunakan untuk tidur adalah 21 tahun. Jadi, kalau 63 tahun dikurangi waktu tidur 21 tahun, maka hidup kita ini hanya 42 tahun atau satu jam saja waktu akhirat.

Dan... Kalaupun setiap hari kita menunaikan shalat wajib 5 waktu (seandainya setiap satu waktu untuk shalat itu 5 menit), maka:
5 x 5 = 25 menit.

Dalam 1 hari, kita menghadap kepada ALLAH (shalat) hanya 25 menit saja. Dalam 1 minggu berarti 175 menit. Dalam 1 bulan berarti 700 menit. Dan dalam setahun berarti sekitar 8400 menit (140 jam).

Jika kita mati umur 63 tahun, berapa menitkah waktu yang kita gunakan untuk menghadap (beribadah) kepada Allah swt?

Oke, mari kita belajar menghitung lagi.

ILUSTRASI:
63 tahun waktu hidup normal.

(Sekedar info, sholat kita yang diterima (syah) adalah saat kita sudah baligh. Usia baligh mungkin sekitar umur 13 tahun).
63 - 13 = 50 tahun.
Jadi,
50 tahun x 140 jam = 7000 jam.
7000 jam = 292 hari.
292 hari = 9 bulan.

Maa Syaa Allah...
Seandainya kita diberi umur 63 tahun, dan seandainya kita rajin shalat 5 waktu tanpa henti, ternyata kalau dihitung-hitung menggunakan matematika dunia, maka bisa disimpulkan bahwa: dari umur 63 tahun yang kita punya, kita hanya punya waktu 9 bulan untuk beribadah kepada Allah swt.

Padahal Allah adalah Tuhan kita,

Padahal Allah adalah pencipta kita,

padahal Allah adalah penguasa kita,

Padahal Allah adalah Yang Maha Mencukupi segala kebutuhan kita,

Padahal Allah Yang mengabulkan doa-doa kita,

Padahal hanya Allah lah Sang Penolong kita...

Astaghfirullahal Adzim...

Mari kita mulai berbenah diri, memperbanyak istighfar, mengumpulkan bekal sebanyak mungkin untuk perjalanan panjang kita di akhirat nanti, dan bersiap untuk menghadapi moment terdahsyat, yaitu "SYAKAROTUL MAUT",

seraya berdoa dengan tulus agar hidup kita penuh dengan berkah, diparingi garwo ingkang shalih shalihah tur ayu kimplah2, diparingi rizki ingkang katah tur manfa'ah, anak katah soho sholih sholihah, syukur alhamdu lillah jika diberi rizki untuk ziarah ke Makkah - Madinah (haji), mati dengan husnul khotimah, dan ditempatkan di Surga bersama Baginda Muhammad saw. dengan kenikmatan yang melimpah.

Aamiin,,, Aamiin,,, Aaamiin,,, Yaa Rabbal 'Alamiin...

Bihaqqi, was sirri, wan nuri suratil faatihah...

SEMOGA MANFAAT...
TETAP TERSENYUMLAH...

BAROKALLOH...

Jadilah orang yang di percaya


   بِسْــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــمِ 
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jadilah orang yang dapat dipercaya 'Baik Perkataan Maupun Perbuatan' :

1. Jika Kita Memelihara 'Kebencian Dendam', maka seluruh 'Waktu & Pikiran' yang Kita Miliki akan Habis begitu saja,  dan Kita Tidak akan pernah menjadi 'Orang Yang Produktif'...

2. Kekurangan Orang Lain adalah 'Ladang Pahala' bagi Kita untuk : 
» Memaafkannya, 
» Mendoakannya, 
» Memperbaikinya, 
» dan Menjaga Aibnya.

3. Bukan 'Gelar & Jabatan' yang menjadikan 'Orang Menjadi Mulia', Jika Kualitas Pribadi kita Buruk...
Semua itu hanyalah 'Topeng Tanpa Wajah'....

4. Ciri Seorang 'Pemimpin yang Baik' akan Tampak dari : 
» Kematangan Pribadi, 
» Buah Karya, 
» serta Integrasi antara 'Kata & Perbuatan' nya...

5. Jika Kita Belum bisa 'Membagikan Harta' atau Membagikan Kekayaan, maka Bagikanlah 'Contoh Kebaikan' karena Hal itu akan 'Menjadi Tauladan'...

6. Jangan Pernah Menyuruh Orang lain utk Berbuat Baik, 'Sebelum Menyuruh Diri Sendiri', 
Awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari 'Diri Kita Sendiri'...

7. Pastikan Kita sudah 'Beramal' hari ini, Baik dengan 
» Materi, 
» dengan Ilmu, 
» dengan Tenaga, 
» atau Minimal dengan 
'Senyuman yang Tulus'...

8. Para Pembohong akan 'Dipenjara oleh Kebohongannya'  sendiri...
Orang yang Jujur akan 'Menikmati Kemerdekaan' dalam Hidupnya...

9. Bila Memiliki 'Banyak Harta', maka Kita lah yang akan 'Menjaga Harta'...
Namun Jika Kita Memiliki 'Banyak Ilmu', maka Ilmu lah yang  akan 'Menjaga Kita'...

10. Bila 'Hati Kita Bersih', Tak ada Waktu untuk : 
» Berpikir Licik, 
» Curang, 
» atau Dengki, 
sekalipun terhadap Orang lain.

11. Bekerja Keras adalah 'Bagian Dari Fisik', Bekerja Cerdas merupakan 'Bagian Dari Otak', sedangkan Bekerja Ikhlas adalah 'Bagian Dari Hati'...

12. Jadikanlah setiap 'Kritik' bahkan 'Penghinaan' yang Kita Terima sebagai 'Jalan Untuk Memperbaiki Diri'...

13. Kita tidak pernah tahu Kapan 'Kematian' akan 'Menjemput Kita', tapi yang Kita Tahu Persis adalah 'Seberapa Banyak Bekal' yang Kita Miliki untuk 'Menghadapinya'...

Wallahu A'lam Bish Shawaab....
    . . . . . ❤🙏❤ . . . . . 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Perantara kita adalah sholat

Kita itu butuh perantara,

sholat aja kita harus menghadap kiblat, andai ada orang sholat tidak menghadap kiblat  maka sholatnya tidak sah, tapi juga gitu di saat sholat menghadap kiblat, hati/niat kita tidak boleh merasa menyolati KA'BAH, andai hati/niat kita merasa menyolati KA'BAH  maka hukumnya  haram sholatnya tidak sah, tapi kita sholat menghadap kiblat itu hanya sebagai isyarat aja tapi hati/niat kita untuk menghadap ke Allah.

jadi perlu ketahui itu.. ☝
------------------------------------------
Imam Syafi'i Ra, pernah ditanya oleh isterinya, "Suamiku, apakah engkau mencintaiku?" Beliau menjawab, "Ya tentu saja, dirimu adalah sebahagian dalam hidupku."
Mendengar itu, isterinya bertanya lagi, "Apakah engkau juga mencintai Allah? Bagaimana mungkin dua cinta menyatu dalam HATI seorang mukmin. Cinta kepada Allah dan juga mencintaiku?"
Beliau tersenyum dan mengatakan kepada isterinya dengan pandangan mata yang lembut penuh kasih sayang.

"Karena cintaku kepada Allah, maka aku mencintai makhlukNYA, memperlakukan dengan hormat dan penuh kasih sayang terhadap isteriku, anak-anakku dan sesama insan. Aku MENCINTAIMU kerana CINTAKU kepada ALLAH."
Rebutlah cinta yang hakiki karena DIALAH akan membuatkan kita saling mencintai"

Cintailah dia karena Allah

Keutamaan memiliki anak perempuan

KEUTAMAAN MEMILIKI ANAK PEREMPUAN

Saat istri sedang hamil, harap-harap cemas telah melanda sang istri dan sang suami. Mereka berpikir siapakah yang akan keluar nanti? sang puteri atau sang putera? Namun harapan membumbung tinggi bahwa yang keluar nanti akan menjadi shalih atau shalihah.

Maha Suci Allah yang Maha Pencipta segala sesuatu. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menciptakan segala sesuatu sempurna berdasarkan porsinya sesuai yang Dia kehendaki.

Sebagian pasangan mungkin lebih menginginkan anak laki-laki ketimbang anak perempuan. Karena laki-laki dirasa akan menjadi pelindung bagi keluarga, pejuang, pemimpin, dan penerus perusahaan keluarga (jika yang memiliki perusahaan) atau penerus cita-cita orangtua yang sempat tidak tercapai.

Jika harapan orangtua untuk memiliki anak laki-laki agar nantinya bisa menjadi seorang pemimpin yang hebat dan adil dalam Islam seperti Umar Ibn Khathab radhiallahu ‘anhu, menjadi seorang Mujahid yang tangguh seperti Khalid bin Walid radhiallahu ‘anhu, menjadi Muslim pebisnis yang sukses seperti Abdurrahman bin ‘Auf radhiallahu ‘anhu, tentu ini adalah harapan yang mulai.

Tetapi, bagaimana pada saatnya ternyata Allah hanya mengarunia anak perempuan, janganlah bersedih apalagi berputus asa tidak mensyukuri. Sebab, baik laki-laki dan perempuan di mata Allah sama saja, yang membedakan adalah tingkat ketaqwaannya.

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat [49]:13)

Dan, bergembiralah bagi orangtua yang memiliki anak perempuan, sabar dalam menghadapi dan mendidiknya sesuai Syariah Islam. Karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

“Barangsiapa yang mengasuh atau memelihara dua anak perempuan sehingga besar, nanti pada hari kiamat aku dengan dia seperti ini (sambil Nabi merapatkan jari-jarinya).” (H.R Bukhari dan Muslim)

“Barangsiapa yang mendapatkan kesusahan di karenakan mempunyai anak-anak perempuan, tetapi ia tetap berlaku baik kepada mereka, nanti pada hari kiamat mereka akan menjadi dinding baginya api neraka.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

“Barangsiapa diantara kalian mempunyai tiga orang anak gadis lalu ia sabar merawatnya dalam keadaan susah dan senang, maka Allah akan memasukkan dia ke surga berkat kasih sayang orang itu kepada ketiganya”,
lalu seseorang bertanya:”Bagaimana dengan dua wahai Rasulullah?”, beliau menjawab “Demikian juga dengan dua”,
lalu orang itu bertanya lagi: “Bagaimana dengan satu wahai Rasulullah?” beliau menjawab “Demikian juga dengan satu.” (H.R. Ahmad)

“Siapa yang mempunyai tiga anak perempuan dan dia sabar terhadap mereka serta memberi mereka pakaian dari hartanya, niscaya Allah akan memberikan pelindung baginya dari api-neraka.” (H.R. Ibnu Majah)

Dengan demikian, jelas bahwa Muslim yang mempunyai anak perempuan, dia bersyukur dan dia mampu mendidik, menyayangi, dan memeliharanya sesuai dengan ajaran Islam, insya Alah akan mendapat balasan surga kelak.
والله اعلم بالصواب

Anak ku

Sejenak Pagi:

"ANAK-2 KU " ...  
(Catatan Alm KH E.Z. MUTTAQIEN).

Ada kehawatiran besar setiap orang tua !!!
disaat tua, 
disaat daya melemah, 
disaat anak2 semakin sibuk.?

KESENJANGAN.
Diawali dari merenggangnya komunikasi..., 
terjadinya perbedaan alam pikir yg menjauh..., 
Dan ... sulitnya saling memahami, 
yg mungkin skrg belum terbayang oleh kalian semua...?? 
tapi itu akan terjadi...!!!

KELAK ... pd saatnya kami hanya bisa berdoa dan berlinang air mata. 
Mengiringi semua kekhawatiran yg menyelimuti hati kami.

Yang kami khawatirkan adalah keselamatan kalian, juga syakaratul maut kami.  
"Akan adakah anak2 tercinta menggumamkan Kalimat TALKIN mengiringi perjalanan kami pulang keharibaanNya saat syakaratul maut" ??

SAAT INI kami sangat ingin 
komunikasi kita berjalan mesra..., ramah.., penuh .. penuh rindu.... 
Kami berharap komunikasi kita membuat kita saling faham.

MEMANG kebersamaan kita hanya sebentar. 
Hanya 20 tahunan, 
Sisanya kalian akan bersama pasangan kalian sampai akhir hayat kalian. 
Rasanya sangat sebentar, 
belum cukup kita berbagi rasa diwaktu 20 tahunan itu.

Tapi mudah2an komunikasi yg kita bangun sekarang ini bisa memperpanjang kebersamaan rohani kita & mengecilkan rasa khawatir yg selalu ada di hati kami.

ANAKKU... 
Jaga Sholat kalian, 
Jaga Shodaqoh kalian, 
Selalu Berbuat Baik, 
Jangan pernah letih utk mendekatkan diri kpd ALLAH. 
Berbuatlah yg bisa membuat Orang Tua kalian berbahagia di Alam Barzah dan  Akhirat kelak...!!!

Kami TITIPKAN masa depan Akhirat kami kpd Akhlaq Mulia kalian".

***********************************

Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

Semoga Bermanfaat.
😊❤👍

Cari

KRITIK - SARAN

Nama

Email *

Pesan *

Pengikut